Menu

Bubur Kacang Hijau Pak Iwan Batu Malang

Bubur Kacang Hijau Pak Iwan Batu Malang: Murah Bukan Murahan » Sebagian besar di antara Anda pasti menyakini kalau murah pasti murahan. Saya pun menganggapnya sampai sekarang juga sama. Namun, anggapan ini sirna saat saya bertemu dengan Pak Iwan di Kota Batu, Malang Jawa Timur dengan gerobak sederhananya berwarna dominan putih.

Bubur Kacang Hijau Pak Iwan Batu Malang

Pak Iwan yang asal Bandung, Jawa Barat, menjual bubur kacang hijau dan ketan hitam di area Kota Batu. Satu mangkok bubur, baik yang kacang hijau, ketan hitam saja atau kedua-duanya, dijual dengan harga Rp 3.000,-.

Bagaimana, murah banget bukan? Zaman sekarang masih ada makanan sekelas bubur dijual Rp 3.000,- saja, padahal harga-harga kebutuhan rumah tangga semuanya naik.

Saya awalnya makan di sini saat jalan-jalan pagi pada Minggu bulan kemarin juga sempat kaget. Ha, Rp 3.000,-, apa tidak salah. Apa makanannya ini tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk menekan harga produksi?

Ternyata rasa penasaran saya, diketahui oleh Pak Iwan. Beliau pun menceritakan pada saya disela-sela melayani pelanggannya, bahwa beberapa bulan yang lalu, ada orang yang menanyakan hal serupa pada beliau.

Inti pertanyaannya seperti ini, “Pak ini tidak ditambahi apa-apakan? Ini bapak tidak menggunakan bahan-bahan berbahayakan, ko buburnya murah?”

Perkataan beliau pun kemudian diperkuat dari pertanyaan saya berikutnya. Saya bertanya, pak kenapa tidak jualan sampai sore/malam?

Beliau menjawab dengan tenang, “Saya gak ngoyo-ngoyo (memaksakan diri) mengejar uang, disyukuri saja mas.”

Padahal kalau omsetnya ingin meningkat lagi, beliau bisa berjualan sampai sore/malam hari hingga membuka cabang di tempat lain di luar Kota Batu.

Namun apa yang dilakukan, Pak Iwan tetap tidak membuka cabang dan menjual sampai pukul 10.00 WIB saja. Apalagi kalau akhir pekan, pukul 8.00 WIB sudah habis. Hem…, luar biasa ya. Kemudian ketika saya tanya berapa keuntungan perharinya.

Pak Iwan menjawab perhari dapat keuntungan sekitar Rp 300.000,-. Maka, kalau saya kalikan dalam 1 bulan: 30 hari, menjadi Rp 9.000.000. Hem… bayangkan kalau misal beliau menjual sampai malam hari atau membuka cabang di tempat lainnya. Keuntungan pasti berlipat ganda.

Lewat perbicangan sederhana dan pengamatan saya beberapa kali makan di sini. Beliau sepertinya orang yang menurut saya sederhana dan seimbang. Seimbang dalam hal kehidupan dunia, keluarga, dan akhiratnya.

Prinsip yang dimiliki dan diterapkan Pak Iwan membuat beliau terus konsisten menjaga rasa hingga pelayanan.

Alhasil walaupun harga bubur hanya Rp 3.000 namun pelanggannya dari yang traveler kayak saya, hingga sekelas bapak Walikota Batu, Eddy Rumpoko beserta istri. Sampai-sampai mahasiswa di Malang biasanya juga makan bubur di tempat beliau sambil mereka jalan-jalan ke Kota Batu.

Memang kalau harga produk itu murah, pasti banyak konsumen yang tertarik. Namun untuk membuat konsumen menjadi pelanggan setia, bukan hanya murah saja poinnya. Si produsen juga harus menjaga kualitas hingga pelayanan yang baik.

Hal itulah yang juga diterapkan oleh Pak Iwan, orangnya ramah, cekatan, dan enak untuk diajak ngobrol. Terbukti sekelas walikota dan ibu-ibu memesan bubur untuk berbagai acara.

Alhasil kuliner Bubur Kacang Hijau dan Ketan Hitam Pak Iwan yang menetap berjualan di depan Masjid An-Nur Kota Batu dan berada di sudut barat alun-alun, menjadi tempat favorit saya.

Rasa buburnya enak, manisnya pas, dan tidak bikin enek, malah bikin ketagihan. Saya beberapa kali juga membungkus untuk dibawa pulang. Sensasi yang saya suka, buburnya langsung saya santap dilokasi. Saya bisa menyantap bubur yang hangat dengan menikmati aktivitas warga Kota Batu dan segarnya udara pagi.

Kalau Anda berwisata ke Kota Malang/Batu, Anda saya rekomendasikan untuk mencoba bubur punyanya Pak Iwan. Anda akan ketagihan dan sepakat bahwa tidak selamanya yang murah itu murahan.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mencoba kuliner tradisional ini?

Diposting Oleh | tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya