Menu

Jembatan Suramadu

Jembatan Nasional Suramadu atau Jembatan Suramadu merupakan jembatan yang melintas di atas Selat Madura. Jembatan ini menghubungkan Pulau Jawa, Surabaya dengan Pulau Madura, khususnya Bangkalan. Penamaan jembatan ini diambil dari dua kota yang dihubungkan jembatan itu, yaitu Surabaya dan Madura. Keindahannya menjadikannya salah satu objek wisata di Surabaya yang menarik untuk di kunjungi.

Jembatan Suramadu

Sebelum Madura Terhubung dengan Jembatan Suramadu

Orang Madura itu hebat. Mereka itu pekerja keras. Mereka berania melakukan apa saja untuk menghidupi diri dan keluarganya. Mereka terlihat sangar tetapi hatinya baik karena memang mereka sangat taat beragama. Suara mereka besar, makanan mereka nasi jagung yang membuat energi mereka hebat.

Nasi jagung bukan makanan rendahan. Sumber energi yang luar biasa yang mampu membaut orang Madura bekerja bagai prajurit Trojan yang tak mengenal lelah. Mereka mempunyai harga diri yang baik. Oleh karenanya, pantang bagi mereka untuk mengemis. Lebih baik banting tulang daripada meminta-minta. Menjadi pengemis tak diperbolehkan dalam ajaran agama Islam, agama yang paling banyak dipeluk oleh masyarakat Madura yang begitu taat.

Orang Madura itu mempunyai tanah yang tidak terlalu subur. Mereka berkebun garam. Tetapi garam mereka sering dihargai dengan murah karena katanya kualitasnya tidak bagus. Kehidupan mereka sangat sederhana.

Malah mungkin mereka menjadi salah satu masyarakat Indonesia yang tertinggal. Kalau mereka akan ke Surabaya, mereka harus menyebarangi lautan. Mereka tidak takut untuk melakukan itu, namun, yang menjadi kendala adalah besarnya biasa untuk menyeberang ke Surabaya.

Melihat orang-orang Madura yang begitu gigih berjuang untuk hidupnya, Muhammad Nuh, salah satu mantan Gubernur Jawa Timur yang paling dikenal oleh orang Madura, mengusulkan atau tepatnya memimpikan adanya sebuah jembatan yang bisa menghubungkan Madura dengan Surabaya.

Kalau jembatan itu telah terealisasi, orang Madura bisa dengan mudah menyeberang ke Surabaya dan berbisnis di sana. Akses pendidikan dan hal-hal lainnya mungkin akan lebih terjangkau. Orang Madura pun tidak akan lagi menjadi masyarakat yang termarjinalkan oleh keadaan.

Sejak pertama kali diusulkan oleh Muhammad Nuh, jembatan Suramadu telah dibicarakan diberbegai forum baik lokal, nasional, maupun internasional. Pentingnya keberadaan jembatan Suramadu itu telah dikonsepkan sejak begitu lama. Telah juga terbayang akan seperti apa jadinya jembatan tersebut. Reaksi dan pengaruh yang mungkin berdampak pada kehidupan orang Madura juga telah didiskusikan.

Bahwa ada kekhawatiran orang Madura menjadi lupa diri dan tidak lagi religius juga menjadi pemikiran tersendiri. Bagaimana pun pasti ada dampak yang tak terelakkan ketika akses ke pembangunan dan akses ke kehidupan modern dibuka seluas-luasnya.

Para tokoh masyarakat Madura harus bekerja lebih keras agar mampu mempersiapkan semua dampak negartif yang mungkin akan mempengaruhi keimanan orang Madura. Tak ada yang mau melihat orang Madura menjadi kaya raya dalam soal harta tetapi menjadi miskin iman. Dunia tidak boleh membutakan hati orang Madura.

Jembatan Suramadu – Jembatan Terpanjang

Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 5.438 meter. Jembatan ini terdiri atas tiga bagian, yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Pada awal pembangunannya, 20 Agustus 2003, jembatan ini diresmikan oleh Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, pada awal pembukaannya, jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni 2009.

Berbagai hal terjadi selama dalam pembangunan jembatan Suramadu ini. Adanya ritual potong kerbau dan menanamkan kepala kerbau di pondasi jembatan agar tak ada lagi korban hingga kenyataan yang harus diterima bahwa separuh panjang jembatan ini ternyata dimiliki oleh bangsa China. Mau tak mau, bangsa ini tak mampu membiayai seluruh pembangunan jembatan yang sangat membanggakan ini.

Indonesia memang membutuhkan investor dan China datang dengan semua teknologi dalam pembuatan jembatan dan dana yang luar biasa besar. Semua itu memang tak bisa dikesampingkan begitu saja walaupun jug atak boleh menjadi pokok pikiran yang menampikkan betapa rakyat Madura membutuhkan jembatan tersebut.

Pembangunan jembatan yang memiliki 8 jalur ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura yang meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi. Hal ini dilakukan karena Madura relatif tertinggal pembangunannya dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur. Diperkirakan, pembangunan Jembatan Suramadu menelan biaya sejumlah 4,5 triliun rupiah.

Untuk sementara, Jembatan Suramadu berada di bawah pengawasan dan pengeloaan PT Jasa Marga. Untuk melintasi Jembatan Suramadu dikenakan biaya tol. Biaya tol tol tersebut sebesar 30.000 rupiah untuk kendaraan roda empat dan 3.000 rupiah untuk kendaraan roda dua.

Pembangunan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik dari Surabaya maupun Madura (Bangkalan). Sementara itu, secara bersamaan dilakukan juga pembangunan bentang tengah tang terdiri atas main bridge dan approach bridge.

Pada saat awal pembukaan jembatan untuk umum, masyarakat berduyun-duyun ingin mencoba menyeberang lewat jembatan sehingga terjadi kemacetan yang cukup mengkhawatirkan sebagian orang. Angin yang sangat kencang di tengah-tengah jembatan juga membuat para pengendara motor terkadang dilarang melintas. Bagaimana pun keselamatan para penyeberang adalah hal yang harus diutamakan.

Kini jembatan Suramadu menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Madura pada khususnya dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Mereka bangga mempunyai jembatan yang indah dan terlihat kokoh. Walaupun ternyata jembatan ini tak terlepas dari aksi pencurian baut. Hal ini cukup mencemaskan. Apalagi setelah kejadian runtuhnya jembatan ‘Golden Gate’  yang ada di Kutai Timur. Pengawasan dan pengamanan terhadap jembatan ini semakin ditingkatkan.

Ketika musim liburan dan malam tahun baru, akan ada ribuan orang yang memadati jembatan dan di area sekitar jembatan. Mereka ingin menikmati keindahan dan tiupan angin laut yang kencang. Wisata jembatan ini memang murah meriah. Benar-benar wisata yang sangat merakyat.

Konstruksi Jembatan Suramadu

Pada dasarnya, Jembatan Suramadu merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan. Panjang total jembatan ini sepanjang 5.438 meter dengan lebar 30 meter dan tinggi 146 meter. Jembatan ini memiliki 8 lajur yang terbagi menjadi 2 arah. Jembatan ini pun menyediakan lajur khusus bagi pengendara motor. Selain itu, jembatan ini memiliki lajur darurat dengan lebar 2.75 meter.

Lajur darurat ini sebagai tempat aman ketika terjadi sesuatu yang tak pernah diinginkan. Bagaimana pun hebat dan kuatnya konstruksi yang telah dibuat, keadaan yang sulit untuk dibayangkan mungkin terjadi harus juga dipikirkan. Ada ribuan orang yang melintas jembatan ini setiap harinya. Kehidupan itu mahal harganya. Oleh karena itulah, kehidupan itu harus dijaga agar tak terampas dengan paksa oleh kesalahan yang tak harus terjadi.

Jalan Layang

Jalan layang atau causeway di Jembatan Suramadu dibangun untuk menghubungkan jalan darat dengan konstruksi jembatan melalui perairan dangkal pada kedua sisi. Jalan layang ini terdiri atas 36 bentang dengan panjang 1.458 meter pada sisi Surabaya daan 15 bentang dengan panjang 1.818 pada sisi Madura. Jalan layang ini menggunakan penyangga sepanjang 40 meter setiap bentangnya dan disangga dengan pondasi pipa baja yang berdiameter 60 meter.

Jalan layang ini terlihat begitu indah dengan tampilan estetika yang menakjubkan. Bila melihatnya sepintas, seolah tak percaya kalau bentangan nan megah itu ada di Indonesia dan bisa dinikmati dengan hanya dengan mendatangi tempat tersebut. Keindahan itu seolah melebihi keindahan jembatan Golden Gate yang ada di Amerika.

Jembatan Penghubung

Jembatan penghubung atau approach bridge berfungsi untuk menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan penghubung ini terdiri atas dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter. Jembatan penghubung memakai konstruksi penyangga beton kotak dengan panjang 80 meter tiap bentang. Bentang yang dimilki jembatan penghubung sebanyak 7 bentang dengan ditopang fondasi yang berdiameter 180cm.

Jembatan Utama

Jembatan utama atau main bridge terdiri atas tiga bagian, yaitu dua bentang samping dengan panjang 192 meter dan satu bentang utama dengan panjang 434 meter. Jembatan utama Suramadu memakai konstruksi cable stayed. Konstruksi jembatan utama ditopang oleh dua menara kembar dengan tinggi 140 meter. Sementara itu, lantai jembatan utama memakai konstruksi komposit dengan tebal 2.4 meter.

Untuk mengakomodasi lalu lintas kapal laut yang melintas di Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas dengan tinggi 35 meter di atas permukaan laut. Bagian inilah yang mengakibatkan pembangunan menjadi sulit dan terhambat. Selain itu, pembangunan jembatan utama Suramadu mengakibatkan biaya pembangunan membengkak.

Jembatan Suramadu telah berdiri dengan kokoh. Adalah kewajiban semua anak bangsa untuk memeliharnya agar jembatan kebanggaan Indonesia itu tak runtuh oleh kesalahan manusia.

Diposting Oleh |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya