Menu

Stasiun Semut Kota Surabaya, Stasiun Bersejarah di Jawa Timur

Stasiun Semut Kota Surabaya adalah stasiun tertua tempo dulu yang ada di provinsi Jawa Timur. Termasuk sebagai stasiun besar tipe B yang sudah digunakan sejak lama. Salah satu akses utama lewat jalur darat tempo dulu untuk masuk ke kota Pahlawan.

Stasiun Semut Kota Surabaya

Umumnya wisatawan yang menuju Surabaya akan lebih familiar dengan Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi. Hal ini turut didukung oleh rute kereta api antar propinsi yang hanya menggunakan kedua stasiun ini. Padahal, ada sebuah stasiun Surabaya yang terletak di Kota Lama Surabaya yang menjadi saksi bisu dari awal penjajahan Belanda hingga zaman modern sekarang ini.

Stasiun Surabaya Kota atau dikenal dengan Stasiun Semut pertama kali diresmikan pada tahun akhir tahun 1870-an. Stasiun Semut modern hanya melayani rute kereta api menuju Pasuruan dan Malang. Itu pun didominasi dengan kereta komuter.

Sejarah Stasiun Semut

Awalnya, Stasiun Semut digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dari Surabaya menuju Malang serta ke berbagai pelosok di Jawa Timur atau ke pelabuhan Tanjung Perak. Namun, meningkatnya kebutuhan kereta api sebagai salah satu alat transportasi yang cepat dan meningkatkan mobilitas perang, Belanda memperluas stasiun di Surabaya tersebut menjadi seperti sekarang.

Meskipun sekarang ini Stasiun Semut sudah dibuat dengan corak bangunan yang lebih modern, kita tetap masih bisa menikmati gedung lama dari zaman pendudukan Belanda masa lampau. Gedung lama inilah yang kemudian diserukan oleh pemerintah RI menjadi salah satu bangunan yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kini, gedung lama Stasiun Surabaya Kota telah menjadi salah satu cagar budaya kota Surabaya.

#Akses Stasiun

Untuk menuju ke Stasiun Semut, Anda membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit dari pusat kota, tergantung tingginya trafik jalan di Surabaya. Jika Anda dari pusat kota, yaitu sekitar daerah Jl. Raya Darmo, Anda bisa menggunakan sarana transportasi publik dengan trayek M. Tarifnya sekarang ini menjadi sekitar Rp. 3000,00 pasca kenaikan bahan bakar minyak.

Pasar Atom

Sangatlah mudah bagi Anda untuk menemukan stasiun kereta api ini. Kawasan Stasiun Semut ini berdekatan dengan salah satu pusat belanja tertua di Surabaya, Pasar Atom. Selain itu, dihadapan Pasar Atom tersebut terdapat salah satu mall modern, Indonesia Trade Center (ITC). Jadi, kedua tempat ini bisa menjadikan patokan bagi Anda agar tidak tersesat terutama saat menggunakan transportasi publik.

#Tarif Masuk

Untuk masuk ke dalam stasiun tentu saja tidak dikenai biaya. Namun, jika Anda ingin melihat berbagai struktur bangunan kuno di dalam Stasiun Semut, Anda harus membayar uang sebagai biaya tiket kereta api meskipun Anda tidak menggunakannya.

Tarif masuk ± Rp. 10.000,- Rp. 100.000,00.

Anda perlu berhati-hati di kawasan ini, karena selain arus transportasi yang sangat ramai, kawasan ini rawan tindak kejahatan seperti pencopetan. Oleh sebab itu, pastikanlah bahwa barang bawaan Anda aman, atau hanya membawa barang secukupnya jika bermaksud mengunjungi salah satu tempat bersejarah ini.

Setelah puas menikmati eksotisnya stasiun tua ini, Anda bisa melanjutkan kunjungan ke Pasar Atom yang terletak persis di depan stasiun tersebut. Sebagai informasi, Pasar Atom merupakan salah satu tempat belanja terbesar dan terlengkap di Surabaya. Menariknya, meskipun berupa mall, Anda bisa melakukan proses tawar menawar dengan para penjualnya. Selamat mencoba!

Diposting Oleh |

Satu tanggapan untuk “Stasiun Semut Kota Surabaya, Stasiun Bersejarah di Jawa Timur”

  1. […] Baca juga: Stasiun Semut, Stasiun Tertua di Surabaya […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya