Menu

Monumen Kapal Selam Surabaya

Monumen Kapal Selam Surabaya (Monkasel) | Sejarah KRI Pasopati 410 – Berkembangnya Surabaya menjadi metropolitan di Indonesia tidak membuat kota Pahlawan ini melupakan jasa para pejuang. Berbagai penghargaan diberikan kepada para pahlawan termasuk penyediaan lokasi sebagai museum. Museum menjadi salah satu tempat wisata Surabaya yang bisa jadi pilihan destinasi lainnya. Salah satu museum yang terkenal di Surabaya adalah Monumen Kapal Selam (Monkasel).

Monumen Kapal Selam Surabaya

Monumen Kapal Selam, atau disingkat Monkasel, adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya.

Sebagaimana kami kutip dari Wikipedia, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952.

Tentang KRI Pasopati 410

Monumen Kapal Selam memiliki kapal selam yang pernah digunakan dalam pertempuran. Kapal selam tersebut merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 yang pernah digunakan dalam pertempuran di Laut Aru dalam usaha membebaskan Irian Barat dari Belanda.

Secara fisik, kapal selam produksi Uni Soviet ini memiliki panjang 77 meter dengan lebar 7 meter serta dilengkapi 12 gas torpedo. Kapal Selam ini kemudian dipotong menjadi beberapa bagian sebelum diangkat dan disusun kembali seperti sekarang ini.

Ada cerita unik di balik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas.

Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

#Objek Wisata yang Menarik

Museum KRI Pasopati 410 adalah salah satu objek wisata di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi. Apa yang menarik dari objek wisata yang satu ini?

Saat berkunjung kesini bisa masuk ke dalam perut kapal selam tersebut dan melihat berbagai macam peralatan perang canggih pada masa itu termasuk kabin tempat para awak tidur. Saat berada di museum ini akan dituntun oleh para tour guide muda yang memiliki pengetahuan memadai dan handal dalam menjelaskan.

Objek Wisata yang Menarik

Salah satu yang menarik saat masuk ke perut kapal selam ini, kalian bisa menggunakan periskop (alat optik yang digunakan untuk mengamati dalam keadaan jarak jauh) yang dulunya berfungsi untuk mengintai musuh dan mengamati daerah sekitar.

Dan yang tidak kalah menarik pula dengan beberapa torpedo yang siap luncur di bagian belakang, tengah dan depan kapal selam tersebut.

Setelah puas berkeliling di dalam kapal selam, kalian bisa menikmati video di dalam ruang audiovisual ataupun membeli souvenir yang dijual di sekitar kawasan Museum.

Film yang diputar bercerita tentang pertempuran Laut Aru tersebut. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000-Rp 15.000 untuk menonton film Pasopati Surabaya yang berdurasi sekitar 60 menit.

#Jadwal Buka

Museum Monumen Kapal Selam memiliki jam operasional dari pukul 08.30 – 22.00. Tiket masuk ke Museum ini sekitar Rp 5.000.

Selain itu, di areal museum terdapat ruang video yang menampilkan peperangan di Laut Aru tersebut. Biasanya, wisata edukasi Surabaya ini banyak dikunjungi oleh para pelajar dari tingkat TK hingga universitas.

Bahkan, berbagai wisatawan baik lokal maupun mancanegara pun tidak mau ketinggalan berpose dan mengabadikan momen di kapal selam yang berwarna hijau ini.

#Lokasi Museum

Lokasi Museum Monkasel terletak di bantaran sungai Kali Mas, salah satu sungai terbesar di Jawa Timur. Lokasi museum ini sangat mudah ditemukan karena selain terletak di pusat kota dan bersebelahan dengan pusat perbelanjaan Delta Plaza.

Alamat: Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60277.

Oya, selain menjadi tempat wisata edukasi Surabaya, Museum Monumen Kapal Selam pun menyediakan berbagai sarana rekreasi antara lain kalian dapat menggunakan perahu naga atau perahu dayung untuk mengitari Kalimas dan berujung ke Taman Prestasi, salah satu taman kota di Surabaya.

Museum Monumen Kapal Selam khususnya kapal selam KRI Pasopati 410 tersebut memang menjadi saksi bisu peperangan armada angkatan laut Indonesia.

Kini, rekam jejak sejarahnya bisa kita nikmati sambil terus menjaga kelestarian salah satu tujuan wisata sejarah di Surabaya tersebut.

Diposting Oleh |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya