Menu

Wisata Arung Jeram Batu Malang, Sisi Lain Wisata di Kota Batu

Wisata Arung Jeram Batu Malang, Sisi Lain Wisata di Kota Batu » Kalau Anda menginginkan wisata yang lengkap, ya di Kota Batu dan Malang. Di sini wisata alam, wisata buatan, dan wisata khusus ada semua. Mulai dari Gunung Panderman, Bromo, Jawa Timur Park 1, Museum Angkut, hingga arung jeram.

Wisata Arung Jeram Batu Malang

Terkait arung jeram saya kemarin mencoba di Sahabat Air. Penyedia jasa yang terletak di Jl. Mojosantri, Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Saya berkesempatan arung jeram bersama 47 orang dari House of Sampoerna. Saya dikelompok terakhir, yaitu perahu ke-15 bersama Mbak Wina, Mas Yono, dan Mas Adi.

Asyik gak sih arung jeram?

Selfie dulu yuk sebelum mengarungi sungai dan masih bersih (Dok. Angga Sahabat Air)

Kalau arung jeram dilihat saja, kurang asyik. Namun jika sudah merasakan langsung pasti akan ketagihan sensasi yang dihasilkan.

Hal itulah yang juga saya rasakan, pengalaman yang tidak bisa saya lupakan dan akhirnya selalu ingin mencobanya kembali.

Seperti Mbak Wina yang duduk di samping saya, juga merasakan hal yang sama. Menurutnya arung jeram bisa melepas stres dan momen yang tak terlupakan. “Pengalaman arung jeram di Sahabat Air bisa melepas stres, ciamik, seru, dan momen yang tak terlupakan. Apalagi, adegan saat saya ketutup perahu. Sampai-sampai satu hari setelahnya, teman-teman masih asyik membicarakan tragedi tersebut.”

Asyiknya lagi, dengan bermain arung jeram, kita terus siap siaga dengan segala kemungkinan yang terjadi. Kita pun juga bisa merasakan langsung segarnya udara disekitar, nikmatnya percikan air, serta melihat kehidupan disekitar alam.

Misalnya kemarin ada bambu yang menghalangi perahu kami, hingga jeram-jeram yang dalam dengan berbagai level. Membuat andrenalin saya dan lainnya terpacu.

Saya cukup banyak teriak lepas dengan menikmati alam sekitar. Walaupun kemarin ada sebagian peserta arung jeram yang tidak berteriak saat melewati jeram-jeram.

Padahal dengan kita berteriak, pikiran akan segar/serasa tidak ada beban. Kemudian ekspresi diri juga tersalurkan. Sehingga saat arung jeram selesai, raut muka senang nampak.

Jadi arung jeram itu, bukan hanya asyik tapi seru, dan memacu andrenalin. Selain itu kita juga belajar tentang pentingnya menjaga alam.

Momen yang bikin teriak lepas

Memang kalau arung jeram ramai-ramai itu lebih seru dan bisa bikin kejahilan. Sehingga bisa menciptakan momen-momen seru dan tak terlupakan.

Banyak momen yang tercipta saat saya berarung jeram dengan 47 peserta dari House of Sampoerna. Momen tersebut, membuat saya, Mbak Wina, Mas Yono, dan Mas Adi teriak serta tertawa lepas.

Pertama saat ada jalur turunan dan jeram, kami dibimbing oleh pemandu untuk memiringkan badan ke kanan, kiri, atau ke belakang yang disesuaikan dengan kondisi jalur yang dihadapi.

Kondisi ini membuat kami saling kerja sama satu sama lain, dan tertawa lepas dengan percikan/guyuran air sungai yang segar.

Apalagi saat belum lama perjalanan, kami sudah diberikan shock therapy dengan turunan yang dalam. Alhasil semua peserta teriak lepas.

Wauw…., whooo… dan berbagai ekspresi saat perahu terjun.

Kedua, momen yang tidak terlupakan lagi saat dalam perjalanan perahu boat yang kami tumpangi kempes. Pemandu pun langsung meniup manual, tanpa alat bantu sama sekali.

Saya pikir keren banget si pemandu. Saya saja mencoba tidak mengembang perahunya. Namun kalau ditiup pemandu langsung mengembang. Hem… terlihat memang yang sudah profesional dan pemula hehe.

Kejadian ini pun tidak terjadi satu dua kali, namun kalau saya hitung lebih dari lima kali.

Ketiga, kalau perahu tidak terbalik, namanya bukan arung jeram. Hihi… kalau bermain arung jeram siap-siap perahu terbalik ya.

Siap-siap meminum beberapa mili air. Kayak saya kemarin karena tidak tahu kalau perahu mau dibalikkan jadi minum beberapa mili deh.

Terus terpenting lainnya, jangan sampai panik saat perahu terbalik. Anda tidak akan tenggelam ko, soalnya sudah ada jaket pelampungnya.

Keempat, berbuatlah jahil dengan menyirami perahu teman Anda dengan air sungai. Kemarin kami melakukan kejahilan ini, menyirami perahu lain dengan menggunakan tangan.

Kami pun menikmatinya, bisa saling serang dengan air sungai tanpa emosi. Karena momen seperti ini hanya bisa kami rasakan saat bermain arung jeram.

Hem… menulis perjalanan berarung jeram di Sahabat Air, membuat saya ingin melakukan lagi. Semoga saya bisa merasakan arung jeram lagi.

Kangen suasana mengapung sambil lihat langit yang biru dan merasakan segarnya udara sekitar.

Bagaimana, apakah Anda suka atau tertarik dengan wisata khusus ini?

Diposting Oleh | tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya