Menu

Kebun Wisata Petik Stroberi Desa Pandanrejo Batu Malang

Kebun Wisata Petik Stroberi Desa Pandanrejo Batu Malang – Kota Batu Malang sangat pandai dalam memanjakan wisatawan. Semua wisata ada di sini, mulai dari wisata alam, buatan, hingga khusus. Salah satu yang paling diminati wisatawan adalah desa wisata, yaitu berburu harta karun merah hati.

“Harta karun merah hati” maksudnya berburu petik buah stroberi secara langsung dari kebun. Buah stroberi tersebut ditaruh di polybag yang besar ditata rapi di kebun oleh para petani.

Kebun Wisata Petik Stroberi Desa Pandanrejo Batu Malang

Walaupun sudah berpolybag pengunjung yang ingin memetik sendiri harus jeli dan teliti. Karena buah stroberi kadang tertutup oleh dedaunan, yang mengaburkan mata.

Seperti saya tadi yang berburu buah yang berwarna merah menyala dengan ukuran besar. Saya pelan-pelan menyusuri polybag satu demi satu, agar mendapatkan yang diinginkan. Perumpamaannya sama seperti berburu harta karun, yang harus teliti dan jeli.

Wisata petik stroberi terletak di Dusun Pandan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Makanya saat saya memasuki gapura langsung dihadapkan dengan tulisan besar, “Wisata Petik Stroberi Desa Pandanrejo.”

Saya berjalan memasuki gapura, dan banyak melihat di kanan dan kiri rumah warga, menanam buah stroberi di polybag ukuran besar. Setelah itu saya tanya pada seorang ibu, “Ibu maaf, petik stroberi itu di mana letaknya bu?”

Ibu pun menjawab, “Mas lurus, nanti ada pertigaan belok kiri, terus belok kanan, terus ada pertigaan lagi belok kiri ke masjid besar Nurul Kamil. Dari situ mas langsung saja jalan ke arah timur, mas akan menemukan banyak petani stroberi.”
Masjid Nurul Kamil Malang

Masjid Nurul Kamil sebagai tanda paling mudah untuk ke petik stroberi. Timur masjid ini, hamparan kebun stroberi (Dok. Pribadi)

Saya pun mengikuti petunjuk ibu dan saat di tengah perjalan, juga menanyakan tentang lokasinya. Ternyata saya dua kali tanya, semua penduduk menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu lokasi petiknya di timurnya Masjid Nurul Kamil. Ini menjadi salah satu bukti, bahwa warga sekitar sudah mengenal wisata petik stroberi di daerahnya sendiri.

Datang pertama kali ke sini, saya langsung disajikan dengan bentang alam yang indah, sawah yang ditanami dengan berbagai sayur mayur. Kiri saya Gunung Arjuna menjulang tinggi, dan kanan saya Gunung Panderman, menambah suasana eksotisme lokasi petik stroberi.

Saya pun berjalan terus dan di sisi kiri saya, ada tanaman stroberi di polybag dengan jumlah banyak, ada ada dua petani yang sedang duduk-duduk. Saya pun menghampirinya, dan tahu bahwa dua orang tersebut bernama Pak Pasisto sebagai petani stroberi dan Pak Yunus salah satu aparatur desa.

Pak Pasisto menjelaskan kalau tamu datang banyak dari luar Kota Batu, misalnya Surabaya, Malang, Blitar, dan lainnya. “Pokoknya wisatawan yang misal dari Jatimpark mereka sorenya langsung ke sini untuk petik stroberi mas,” kisah Pak Yunus.

Ramainya saat hari minggu, hari libur sekolah, dan hari besar, walaupun hari biasa masih ada beberapa wisatawan yang petik.

“Ramai sore mas. Pembeli yang banyak beli stroberi biasanya ibu-ibu. Sedangkan mahasiswa/muda-mudi beli sedikit tapi banyak selfie-nya,” papar Pak Pasisto.

Memang kalau saya amati sekitar, panorama di saat sore hari sangat cocok untuk dijadikan tempat mengabadikan diri, serta menikmati romantisnya Kota Batu.

Bentang alam yang indah, kemudian ditunjang dengan sore hari yang romantis membuat siapa saja pasti rindu untuk datang lagi ke tempat ini. Sambil merasakan sensasi

Mungkin bagi Anda yang berasal dari desa, wisata semacam ini biasa saja. Tapi bagi mereka yang hidup di kota, ini menjadi pengalaman yang berkesan.

Perasaan senang dan puas akan lahir ketika datang ke sini, petik stroberi secara langsung, merasakan buahnya, dan foto-foto dengan keluarga/teman-teman.

Jadi kalau ke Kota Batu tidak mampir untuk wisata petik, salah satunya petik stroberi, kurang pas liburan Anda. Tarifnya petik stroberi di sini, 50 ribu/kg jika wisatawan petik sendiri, sedangkan jika dipetikan petani cuma 40 ribu saja.

“Kalau mau petik, langsung saja ke tempat ini mas, terus menemui petani stroberi, melakukan transaksi harga, jika sesuai, langsung petik,” papar Pak Yunus menjelaskan proses wisata petik stroberi.

Di sini menurut Pak Pasisto terdapat tiga varietas buah stroberi, yaitu california dengan rasa masam dikit, manis, dan banyak air, kedua cherly buahnya lebih besar, manis, dan memiliki sensasi kres saat saya rasakan, serta ketiga holibert memiliki rasa manis dan tekstur keras.

Jadi, kapan Anda berburu senja dan buah stroberi di sini?

Diposting Oleh |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya